naik kendaraan besar seperti kereta atau pesawat biasanya menjadi ajang bagiku untuk ngobrol dengan diriku sendiri. aku pasang headset, kututup kepalaku dengan capucone dan pura-pura tidur. lebih mengenal diri sendiri yang kemudian memunculkan pikiran-pikiran aneh yang tak pernah kutemukan sebelumnya.
segala pikiran random itu terus berdatangan, hingga akhirnya terpaksa aku bangun dan berbaur dengan dunia nyata. dunia nyata lebih menjanjikan dan menghibur. yap, setidaknya aku bisa tahu cerita tentang new zeland seperti apa, cerita-cerita koplak gak penting dll.
hingga 2 hari kemudian kuputuskan untuk menutup account twitterku. impulsif. namun setelah kututup account twitterku, entah kenapa aku menjadi sangat tenang (walaupun ada sedikit rasa menyesal). bermain dengan dunia maya itu menyenangkan, tapi seperti kata seorang pendeta "jangan hanya berbagi di altar, berbagilah di pasar"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar