Minggu, 23 Oktober 2011

just share

can't stop writing bout jogja, it's too mesmerizing..
entahlah aku sangat suka dengan kebudayaan jawa, jogja khususnya, karena di jawa tengah pun kebudayaan antar daerahnya berbeda-beda, contoh: solo, semarang dan jogja.

aku gak akan ngebahas tentang itu sekarang. aku cuma pengen cerita tentang keunikan dan keanehan yang aku temui di jogja. mungkin aku pernah cerita ini sebelumnya di sebuah note-yang entah aku tulis dimana.
bagaikan orang desa yang baru masuk kota, aku pun berasa lebih ndeso daripada orang desa. sampai sekarang aku selalu takjub melihat ibu-ibu yang masih memasak dengan kayu bakar (walaupun sudah beberapa kali aku melihatnya saat operasional dan pulang kampung). aku pun masih takjub dengan harga-harga yang sangat murah di jogja dan segala macam hal lainnya.

suatu saat di hotel ketika aku menghampiri guru SD ku yang sedang berkunjung ke Jogja untuk menemani muridnya olimpiade sains nasional, aku mengenakan kaos hitamku yang bertuliskan "sumpah aku pernah kurus". kaos itu cukup unik dan selalu menimbulkan komentar bagi siapa saja yang melihatnya. aku masih memaklumi komentar yang datang dari orang yang aku kenal.
tapi hari itu...ketika aku baru datang dan menaiki tangga menuju lobi, seorang ibu-ibu tionghoa berpapasan denganku "sumpah-aku-pernah-kurus, HAHAHA.. kaosnya mbaknya lucu". aku jadi salting, aku gak pernah ketemu orang asing yang tiba-tiba mengomentari apa yang sedang aku pakai.

lalu aku masuk ke lift menuju kamar guruku. "HAHAHA.. kaosnya lucu banget e mbak, liat deh, kaos mbaknya lucu" komentar seorang bapak-bapak tionghoa berlogat jawa. haa, astaga, aku tidak yakin aku akan menemukan orang-orang asing yang mengomentariku di Jakarta. yaa, semua terasa lebih 'lo-gue' di jakarta.

entahlah, walaupun sudah setahun aku di jogja, aku masih takjub dengan kota ini.. kota ini selalu membuatku takjub..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar