kamu pernah liat isi bumi? hmm setidaknya melihat dibalik apa yang kamu injak dibawah kakimu. di dalam sana terdapat kehidupan sunyi yang terlupakan. sebuah ruangan yang bisa dijadikan ballroom atau main sepak bola, dibiarkan indah dengan kesunyiannya.
udara di dalam sana tidak sesejuk pegunungan. air yang ada di dalam sana tidak seliar sungai. tebing yang ada di dalam sana lebih indah berselimut air. goa adalah dunia yang 'special'.
saya selalu berpikir bahwa goa adalah ruangan besar yang pengap, gelap daaaaan...nothing. just a big chamber. but just wait till you get in..
bu PO baru memberi tahu waktu briefing bahwa kami akan memasuki goa lewat jalur 40m. okee, 40 METER. berarti sama dengan 3 kalinya babarsari. padahal aku cuma 1 kali muncak di babarsari.
beruntunglah aku memakai sarung tangan waktu turun, walaupun korban 1 kelingking kejepit bobin.
sampai di bawah, bu PO menyuruh aku dan dhia untuk mengejar sinar grubuk, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. yap, katanya moment di grubuk sangat amat bagus jika siang hari. beberapa meter sebelum sampai di grubuk, kami sudah mendengar suara jeram yang sangat indah. seperti mendengar orkestra di taman. kacamataku mulai berembun.
ah, sangaaaaaat indah sekali. sebuah batu besar dan ruangan yang disinari matahari. itu hal paling indah yang pernah aku lihat seumur hidupku. ditambah lagi untuk melihat hal tersebut memerlukan perjuangan melawan ketakutan. gak nyangka juga sih bisa turun modal tali doang setinggi 40m.. -,-
lalu kami lanjut mengeksplor goa. o iya, FYI goa Jomblang adalah goa vertikal yang lubangnya sebesar lapangan bola. ada 3 jalur, jalur vip yg 25m, 40 m dan 60m.
di balik gourdam di grubuk, katanya ada udang yang besar-besar dan menarik untuk diambil. sayangnya aku lupa untuk mengcek. lalu kamu menyusuri goa untuk mencapai target sum. keseimbanganku yang tidak stabil membuatku sering terjatuh karena batu yang aku injak tidak ajeg. spatu pak tani mulai membuat kakiku lecet.
beruntung debit air saat itu surut, jadi banyak sekali ornamen goa yang bisa kami lihat. ada yang seperti kursi, pokonya apa yang ada di buku pelajaran IPA waktu SD bisa aku lihat secara live.
dan akhirnya aku bisa berenang gratis. cukup puas berenang beberapa meter menuju sum.
pernahkah kau melantunkan hymne organisasimu di dalam bumi sana? pernahkah kamu 'sho' dalam keadaan terapung dan gelap gulita? itu semua pengalaman yang sangat menyenangkan. melantunkan hymne palapsi di dalam goa sambil terapung. haha..
lalu perjalanan pulang serasa lebih cepat. baju yang basah dan tenaga yang hampir habis membuat saya 'awang-awangan' untuk kembali naik ke permukaan bumi. astaga, aku harus SRT-an setinggi 40 meter dengan baju basah? ya Allah, membayangkan saja aku sudah malas.
mendapat giliran keempat tidak cukup menghimpun tenaga. kira-kira aku membutuhkan satu jam untuk bisa mencapai puncak, sedangkan teman-temanku hanya membutuhkan setengah jam atau 20 menit bagi anak caving sendiri. bunyi tali 'kreek..kreeek..' lebih mengerikan dibanding bayanganku akan melihat sesuatu yang tidak diharapkan.
dan keesokan harinya, hingga keesokan lagi dan keesokannya, kakiku masih kaku. pahaku tegang tidak bisa naik-turun tangga. namun aku tidak menyesalinya. grubuk membayar segala kelelahanku.tapi kalo disuruh lewat jalu 40m lagi ya maturnuwun yaaa. hh.. dunia sunyi yang indah :)
congrats dhe :)
BalasHapustapi gue masih belum berani untuk membiarkan diri gue ditelan kegelapan yang ajeg.
grubuk juga titip salam,
BalasHapus"Dhe, kamu keren karena go all the way demi menjengukku."
lalu dia tersenyum,
sambil terus memeluk mataharinya :)