akhirnya hari ini kesampean juga naik kereta sendirian. kalau kata adikku, naik kereta sendirian itu ngebosenin banget. tapi buatku, itu hal yang sangat perlu aku lakukan dan sangaaaat menyenangkan. baca novel tanpa gangguan, tidur tanpa diisengin, ipod nonstop, pemandangan persawahan, dll.
selepas dari cirebon, tiba-tiba aku teringat sebuah konfersasi seperti ini :
s : aku bosen di jogja, suntuk. pengen jalan-jalan enaknya kemana ya?
d : ya kamu naik kereta aja, get lost, sendirian
s : hah sendirian? apa enaknya? bukannya makin bosen?
d : ya kamu katanya suntuk, ya itu obatnya..
bener juga sih, mungkin aku emang perlu waktu buat diriku sendiri. tapi sesekali saja, kalau berkali-kali aku bisa mampus dikoyak kesepian. haha.. chairil anwar banget.
ada banyak pemandangan di balik kaca kusam gerbong ini. yang paling aku suka dari kereta adalah banyak kehidupan. ya walaupun aku yakin lebih banyak kehidupan di kereta ekonomi. kau bisa mendengar ibu-ibu berteriak menjual dagangannya di setiap pemberhentian, melihat sepeda ontel yang dikendarai nenek-nenek, perbukitan, sawah, dan waktu yang digunakan untuk berbincang dengan orang baru bisa lebih lama daripada pesawat. sayangnya tadi tidak ada kursi disebelahku. sebenarnya banyak kehidupan, jika kau mau melihatnya.
banyak anak kecil di gerbong itu. biasanya mereka berisik. tapi entah kenapa anak-anak di gerbong ini hanya berpolah tanpa bersuara. setidaknya hal itu tidak menyulut emosiku. aku tetap bisa tenang membaca novel 'rahim' yang aku pijam dari teman kampusku.
novel yang tepat untuk kujadikan teman selama perjalanan. setidaknya novel ini tepat untuk mengintrospeksi diri dan memberi banyak inspirasi. entah darimana temanku mendapat novel itu karena aku tidak pernah menemukan di toko buku besar.
matikan mata, nyalakan hati. sebuah kalimat yang kudapatkan dari novel tersebut. ya setidaknya sendiri di dalam gerbong kereta bisa menonaktifkan mataku dan menyalakan hatiku sejenak untuk melihat hal-hal yang tak bisa aku lihat dengan mata. lagipula, hidup itu tentang melihat apa yang tidak tampak oleh mata kita, tapi apa yang hati kita rasakan. sesekali orang butuh melakukan perjalanan sendiri untuk mendengar hatinya. rutinitas terkadang membuat kita mengabaikan suara hati. kita butuh waktu untuk mensinkronkan hati dan pikiran agar lebih mengenal diri sendiri. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar