Selasa, 04 September 2018

Random Thought

Awalnya, saya tidak tertarik mengunduh permainan interaktif karena selain membuang waktu juga membuang memori handphone. Saking gabutnya pasca resign dari kantor menunggu masuk kuliah, iseng coba untuk mengunduh beberapa permainan interaktif.

Belum genap 2 hari, saya memutuskan untuk uninstall dan coba baca review tentang permainan yang saya unduh di appstore. Memang kebanyakan yang main adalah kaum hawa. Dari segi tantangan memang 0 dan dari segi cerita mengikuti apa yang kita pilih, ya meskipun memang sudah ada sekenarionya.

Beberapa minggu berikutnya, tiba-tiba saya menemukan jawaban dari sebuah pertanyan yang pernah terlintas waktu saya SMP, "Kalau memang semua sudah ditakdirkan menurut qada dan qadarnya, mengapa masih ada kesalahan? Apakah memang Tuhan juga mentakdirkan perbuatan 'salah' tersebut? Kalau begitu, sebenarnya Tuhan sudah tau dari awal kalau manusia itu akan masuk surga atau neraka. Berarti ikhtar tidak berguna."

Yup yup.

Tuhan memang sudah menulis sekenario mengenai jalan hidup kita sampai kita kembali kepadaNya. Namun ternyata, Tuhan juga mengajak kita, memperbolehkan kita untuk memilih jalan hidup.

Misalnya begini.

Kamu bertemu dengan seseorang lalu menjadi dekat. Atas suatu lain hal, kamu dan dia memutuskan untuk berjarak. Pertemuan awal memang takdir, namun hubungan yang dibangun dari awal hingga kalian memutuskan untuk berpisah belum tentu takdir. Takdir kalian memang hanya saling mengenal, tidak lebih. Kalau pada akhirnya lebih, berarti Tuhan memberikan kamu kesempatan untuk memainkan peranmu dan belajar. Sotoy sih. Toh kalo pun memang sudah ditakdirkan bersama, tiada kemana.

Saya paham kalau takdir adalah hal yang sangat rumit. Kalau salah pilih, maka bubar semuanya. Tapi saya percaya ada yang namanya hidayah. Sesalah-salahnya manusia mengambil pilihan hidup, jika Tuhan memberi dia hidayah untuk kembali ke jalan yang benar, maka dia akan menjadi orang yang baik. Seperti permainan interaktif. Saya pernah mencoba memilih pilihan yang saya tahu itu tidak baik. Namun jika sudah takdir, saya dikembalikan ke jalan cerita yang sesungguhnya setelah berputar-putar bertemu dengan orang-orang yang salah.

Rumit memang. 2 kunci sederhana menjalani hidup: pasrah dan ikhtiar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar