Selasa, 17 Juli 2012

melihat bumi dari bawah telapak kaki (repost fb)


Ayah memergokiku sedang melamun di belakang rumah. Melihat auraku yang galau, ayah mendekatiku, "pernahkah kau melihat bumi dari bawah telapak kakimu" aih, mulai lagi jiwa pujangga ayahku. aku jawab dengan diam.

kemudian ayah menarik tangan kananku dan membawaku ke ruang kerjanya yang berantakan. miniatur rumah, pepohonan, kertas berserakan di lantai dan meja kerjanya. beliau mengeluarkan sebidang triplex dan menggenggamnya diatas kepalaku

"apa yang kau lihat, nak?" aku melihat keatas kepalaku. banyak lintingan kawat yang disolatip dan tidak beraturan, paku2yang tidak rapi dan ah tidak jelas lah apa seninya, bikin tambah pusing aja.beliau menyuruhku berdiri di bangku dan menaruh triplex yang ia bawa ke lantai.
"sekarang apa yang kau lihat?" aku kagum. tatanan komplek perumahan yang indah design ayahku. komplek itu tampak asri dipenuhi miniatur pepohonan dan taman bermain, dan beberapa rumah dipisahkan oleh sungai. andai ada beneran, pikirku.

ayahku tersenyum, "nak, kadang kita hanya melihat dari bawah keruwetan masalah yang kita hadapi tanpa tahu apa makna yang Tuhan berikan dari segala masalah itu. seperti saat kau melihat bagian bawah dari triplex itu, solatip, paku-paku tak beraturan, pokoknya gak jelas deh. jika kamu mau merenung dan memindahkan 'bumi ke bawah telapak kakimu', kau melihat asrinya komplek yang papa buat,bukan? dengan begitu kau juga akan melihat indahnya rencana yang telah Tuhan buat untuk kita. dibalik kesulitan, pasti ada kemudahan, maka bersyukurlah di setiap waktu. andai semua orang mau merenung.." 

(10 November 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar